Saya sempat berpikir,
Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah KPR (kredit pemilikan rumah)?
Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan membagi pendapatan tiap bulan dengan utang kredit konsumtif yang harus dibayar?
Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah pembayaran kartu kredit?
Apa orang-orang di jaman Rasulullah SAW pernah kepusingan masalah pembayaran asuransi?
Yang paling penting, .....
Apa masalah ekonomi di jaman Rasulullah SAW dulu sama seperti yang ada di jaman sekarang?
Halah! Pertanyaan bodoh!
Jelas-jelas KPR ada setelah bank ada! Bank pertama aja baru ditemukan tahun 1407, itupun di Italy, Banco of San Giorgio (Bank of St. George). KPR adalah salah satu produk dari bank, sama seperti kredit konsumtif juga kartu kredit dan sebangsanya. Apalagi asuransi.
Orang-orang di jaman Rasulullah SAW lebih banyak berkutat dengan kesederhanaan sikap dan cara hidup. Pendapatan diperoleh kebanyakan dengan cara berdagang atau bekerja sebagai orang upahan. Lembaga keuangan (Baitul Maal) ada juga lebih berfungsi sebagai pengumpul zakat. Baitul Maal juga jadi tempat berputarnya uang, tempat pemasukan dari kharaj & jizyah (pajak), tempat menyimpan harta rampasan perang yang didapat kaum muslimin. Selain itu, baitul maal juga jadi tempat menyalurkan dana-dana yang dimiliki bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bisa jadi, baitul maal adalah cikal bakal dari bank syariah pertama.
Namun timbul pertanyaan lagi, tapi kenapa sekarang banyak orang yang bergantung pada bank sebagai lembaga pembiayaan sehingga masalah bunga dan riba tak pernah bisa lepas dari kehidupan?
Sepertinya di jaman sekarang Bank sudah jadi bagian yang tak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan keuangan. Bayar gaji, bayar listrik, telpon, pun belanja, semua lewat bank. Permasalahannya adalah bunga. Bila menabung lantas mendapat bunga tak seberapa dari pinjaman, tentunya kita senang, tapi harus membayar bunga yang kelewat tinggi akibat pinjaman, tentunya menjerit. Apalagi sekarang ini, saat suku bunga dinaikkan untuk menggeliatkan rupiah.
* * * * *
“Menghasilkan uang dari uang”, itu bentuk yang dilakukan bank dengan segala proses produksinya. Tapi di Q.S. Al Baqarah 275 disebutkan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Pun masalah mengenai riba ini juga dijelaskan dalam banyak hadist, namun sulit melepaskan diri dari kebutuhan akan bank.
Bank sudah jadi hal yang dekat dengan kehidupan. Bank jugalah yang memerantarai pun membantu membiayai perekonomian. Tapi nggak usah heran, Bank juga yang jadi cikal-bakal keruntuhan ekonomi global. Sebab bank-bank juga sembarang memberi kredit pada orang yang tak bisa dipercaya, orang itu kabur lalu kredit macet. Bank bermasalah dan uang para nasabah yang dipercayakan untuk ditabung di sana jadi tak bisa ditarik karena bank tak memiliki kecukupan dana.
Teramat rumit memandang sisi bank dari kacamata biasa.
Dari sisi datang tawaran bank syariah, bank yang mengutamakan win-win solution. Yang meminjam dan yang dipinjam untung bersama, rugi tak ditinggal apalagi dijatuhi tangga. Bank syariah melakukan kegiatan penyimpanan dana juga pembiayaan kegiatan usaha dan lainnya dalam unsur syariah.
Yang tidak dibolehkan dalam Islam yang dijalankan oleh Bank Syariah adalah:
Pembayaran atas pinjaman dengan nilai yang dinaikkan tidak diperbolehkan.
Pemberi dana (pinjaman) harus ikut berbagi keuntungan juga kerugian dari dana yang dipinjamkannya.
Menghasilkan uang dari uang. Uang hanya jadi alat pembayaran karena uang bukan komoditas.
Spekulasi (gharar) tidak diperkenankan. Setiap pihak harus mengetahui hasil dari sebuah transaksi.
Tidak diperbolehkan melakukan investasi pada bentuk usaha yang dilarang dalam agama. Prostitusi, judi, minuman keras tidak boleh didanai oleh bank syariah.
Yang sering terjadi, saat kita meminjam uang di bank lantas terkena musibah, di-PHK, bank tidak pernah mau tahu. Yang mereka mau angsuran pinjaman itu harus dibayar tiap bulan berdasarkan jumlah yang telah ditentukan. Bila tidak, dalam jangka waktu tertentu agunan yang dititipkan itu diambil-alih dan si peminjam makin terpuruk dalam kondisinya.
Namun sering juga kejadian, apabila meminjam di bank umum, bunga yang dibayar lebih kecil ketimbang di bank syariah. Tapi perlu ditegaskan, itu bukan bunga, itu adalah pembagian hasil, setiap keuntungan yang diarih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Bila dalam keadaan untung, jelaslah harus ikut membagi pada bank syariah, namun bila dalam keadaan rugi bank juga ikut menanggung. Artinya, setiap keuntungan dan kerugian memang ditanggung bersama.
* * * * *
Andaikan Rasulullah SAW masih hidup
Andaikan segala permasalahan bisa langsung ditanyakan pada ‘beliau’
Andaikan masalah syubhat dan haram bisa ditegaskan secara jelas.
Andaikan saja cara hidup dan kesederhanaan sikap kita bisa seperti orang-orang di masa Rasulullah SAW…
Tentunya hari ini saya tidak sedang pusing memikirkan naiknya bunga kredit KPR dan pinjaman lain dengan bunga fluktuatif!
Tulisan ini bisa juga dilihat di luqmanhakim.multiply.com
Selasa, Juni 16, 2009
Andaikan Rasulullah Masih Hidup dan Melihat Perbankan Sekarang
Kenyataan Menarik, 11 Perbedaan UNIK antara PRIA/SUAMI dan WANITA/ISTRI
1) Pria berburu dan melindungi, wanita mengasuh dan menyatukan. Sehingga wanita yang mengasuh dan menyusui anaknya tentunya lebih utama dari pada wanita yang meninggalkan anaknya kepada pembantunya yang belum tentu mengerti akhlak mulia. Kecuali ia adalah wanita karir, terlebih lagi suaminya hanya memiliki penghasilan pas-pasan, semoga Allah memaafkannya.
2) Pria objektif, wanita intuitif (menganalisa lewat nada suara dan tatapan mata). Sehingga wajar saja jika pria merasa kesulitan jika berdusta di hadapan wanita secara berhadapan langsung, sebab wanita seperti memiki mesin pendeteksi kebohongan, biasanya pria – klo mau bo’ong – paling aman menggunakan SMS atau paling berani by phone.
3) Sudut pandang mata pria sempit, kerucut di retina mata pria kurang lebar, tidak seperti wanita, sehingga wajar jika pria lebih fokus tapi kurang kreatif melihat wacana lain sekitarnya. sehingga pula sering gagal jika diminta menemukan sesuatu, seperti menemukan gula yang terletak dengan sangat jelas di antara bumbu dapur.
Selain itu, karena sudut pandang mata pria sempit, maka tatkala melihat wanita lain yang menggoda, maka kepala pria turut berputar mengikuti arah wanita tersebut. Tapi bukan berarti pria tersebut jatuh cinta, naluriah saja, tidak berbahaya selama pria tersebut memiliki iman yang kuat, tapi menundukkan pandangan mata jauh lebih utama.
Namun demikian bukannya berarti wanita tidak pernah melihat pria yang tampan, tetapi karena sudut pandang wanita luas melebar, relatif hampir 180 derajat, maka wanita jarang kepergok basah sedang memandangi seorang pria yang tampan. Dan tentunya wanita ketika berniat belanja mentega di supermarket, karena sudut pandang matanya yang luas, maka seringkali yang terbeli bukan hanya mentega, melainkan hal-hal menarik lainnya.
4) Otak wanita memiliki koneksi antara otak kiri dan kanan sekitar 30% lebih aktif dari pria, tak heran jika wanita bisa berjalan, bicara, dan pakai lipstik sekaligus. Sedangkan pria hanya bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan di satu waktu. Maka tak heran jika pria jarang berbicara ketika sedang bercinta dengan istrinya. Fokus sih.
5) Wanita suka bicara, pria seperlunya. Maka tak heran jika 2 orang wanita bisa saling menelpon selama 1 jam, padahal mereka berdua baru pulang berlibur bersama selama satu minggu. Dan tentunya wajar saja, jika kata “gosip” lebih melekat pada diri wanita dibandingkan pria.
6) Wanita bicara dengan perasaan, sehingga kadang terkesan hiperbolik bagi pria. Jadi kalau ada wanita yang berkata, “Apapun yang aku lakukan dan katakan selalu salah di matamu!” Jika Anda pria mendengarkan hal itu, tenang saja, tak perlu dibantah, sabarlah, sepertinya tidak hanya Anda yang mengalaminya.
7) Pria menyukai SEKS (wanita adalah perhiasan terindah bagi pria), sedangkan kebetulan wanita suka diperhatikan (begitulah karakter perhiasan). Wanita berpikir SEKS adalah konsekuensi dari menikah, sedangkan pria tidak sedikit yang berpikir MENIKAH adalah konsekuensi dari menginginkan seks.
Pria suka dipercaya, sedangkan wanita suka diberi perhatian khusus.Untuk wanita : bukan karena cantik engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Untuk pria : kalau Anda hari ini merasa istri Anda kurang cantik, berarti Anda kurang memperhatikannya.
9) Pria mengutamakan keahlian, dan wanita mengutamakan kebersamaan. Makanya wanita itu kalau ke toilet biasa “berjama’ah”. hmm… beda dengan pria,,,sendirian aja bisa karena pipis tidak menuntut keahlian khusus. Apakah Anda pernah mendengar ada pria ngajak temennya, “Don, pipis yuk”
10) Pria yang humoris adalah yang pandai melontarkan humor, wanita humoris adalah yang tertawa ketika pria melontarkan humor. Nah bagi para istri, kalau suami Anda melontarkan humor tolonglah tertwa, betapapun garingnya humor tersebut. Insya Allah karn Anda menghargai humor2 suami Anda, maka suami Anda tambah cintanya kepada Anda. Jangan sekali2 ketika suami Anda sedang humor Anda mengatakan, “Garing Amat sih”.
11) Tugas istri adalah memberikan kehangatan kepada suaminya, dan tugas suami adalah memibiarkan sang istri memberikan kehangatan terbaik kepadanya. Peace…
Ehm..serius nih…
Intinya pria menginginkan kekuasaan, prestasi, dan seks, dan wanita menginginkan hubungan, stabilitas, dan cinta.
(Disarikan dari “Calon Buku” dengan judul “Spiritual Sinergi Semesta – Upgrading your Spiritual Soft Skill)
Jumat, Mei 15, 2009
SBY - Boediono atau Antasari - Nasruddin - Rani
Dunia internet memang menjadi pusat informasi yang selalu menghadirkan berita hangat dan panas (termasuk adegan panas) di seluruh dunia.
Tak terkecuali bidang politik, sosial, budaya, ekonomi, artis dan hiburan.
Hari ini ingin saya mengupas sedikit tentang fonomenal yang sedang terjadi di blantika musik eh politik INdonesia
mulai akhir April dan awal May 2009 ini, kita selalu disajikan tentang berita berita yang mengupas dengan jelas ataupun prasangka, tentu kita semua masih ingat atau pernah mendengar tentang kasus pembunuhan Nasruddin. Dan yang hebohnya bukan masalah pembunuhan tersebut tapi masalah penyampaian berita di pers sendiri.
Saya sendiri melihat bahwa hampir semua sumber informasi di Negeri ini terjebak di dalam pemberitaan Antasari - nasruddin dan Rani Juliani. Lama bergelut di news itu, sehingga yang dibuat bingung adalah masyarakat yang cuma menjadi pendengar aja. yan tentu aja para elit mempunyai tujuan dan sendiri tentang semua ini.
Seakan masalah ini tak akan pernah terlupakan bagi masyarakat, karena di setiap mulut masyarakat, baik buruh, petani, nelayan, pedagang, PNS, Militer, Politisi, Aktivis, DLL semuanya berbicara tentang Rani, Nasruddin, Antasari. (kayak gak ada berita lain aja ya)
Tapi semua itu telah berakhir bagakan mencairnya es di musim hujan, tapi di ketahui kemana ia mengalir dan tujuannya. Berita pun beralih ke yang lebih politis, semenjak SBY mengajukan seorang ekonom yang sudah malang melintang di perekonomian neoliberalisme untuk menjadi Wapres-SBY, kuli tinta pun mengalihkanberita hangat dan panas tentang RAni - antasari ke berita Mahal dan keras SBY - Boediono,,,,
Untuk kisah ini akan kita bahas di lain kesempatan,, sekian ya
waassaalllaaaam
Kumpulan Animasi Kartun Khilafah
Buat teman teman yang hoby mengumpulkan animasi silahkan ambil ( klik kanan save image ) atau yang ingin mempercantik blog silahkan copy paste code dibawahnya
==============================================
==============================================
==============================================
==============================================
==============================================
==============================================
==============================================
=============================================
==============================================
==============================================
===============================================
================================================
==============================================
================================================
=========================================
Rabu, Maret 18, 2009
Nama Asli Selebritis Indonesia
TAHUKAH Anda, siapa nama asli para selebritas Indonesia? Simak berikut ini:
Chrisye: Krisman Rahardi
Iwan Fals: Virgiawan Listanto
Sania: Siti Tuti Susilawati Sutisna
Pepeng: Ferrasta Soebardi
Dede Yusuf: Yusuf Macan Effendi
Dorce Gamalama: Ahmad Ashadi
Bimbim Slank: Bimo Setiawan Almachzumi
Dewi Persik: Dewi Murya Agung
Annisa Bahar: Ani Setiawati
Dian Sastro: Diandra Paramitha Sastrowardoyo
Ian Kasela "Radja": Samijan
Tamara Bleszynski: Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski
Cut Memey: Decy Meilani Susanti
Rhoma Irama: Raden Haji Oma Irama
Mulan Kwok: Wulansari
Evie Tamala: Cucu Suryaningsih
Wulan Guritno: Sri Wulandari
Tukul Arwana: Rianto
Komeng: Alfiansyah
Bams Samsons: Bambang Reguna Bukit
Tarzan: Toto Maryadi
Titik Puspa: Sudarwati
Didi Kempot: Didi Prasetyo
Jojon: Djuhri Masdjan
Audy Item: Paula Allodya Item
Eno Lerian: Dwi Retno Rahastri Lerian
Indro Warkop: Indrojoyo Kusumonegoro
Dewi Yull: Raden Ajeng Dewi Pujiati
Sys NS: Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio
Eko Patrio: Eko Indro Purnomo
Miing Bagito: Tubagus Dedi Gumelar
Tessy: Kabul Basuki
Inul Daratista: Ainur Rokhimah
Memes: Meidiana Maemunah
Maia: Maya Estianty
Gusti Randa: Yungki Gustiranda
Nia Paramitha: Pradnya Paramitha
Amara Lingua: Tuwuhadijatitesih Amaranggana
Aming: Aming Supriatna Sugandhi
Andien: Andini Aisyah Hariadi
Adjie Massaid: Chandra Pratomo Samiadji
Della Puspita: Nisisari Henny Puspita
Dik Doang: Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma
Ikke Nurjanah: Hartini Erpi Nurjanah
Yuni Shara: Wahyu Setyaning Budi
Titi Kamal: Kurniaty Kamalia
Cici Tegal: Sri Wahyuningsih
Roy Martin: Roy Wicaksono
Nirina Zubir: Nirina Raudatul Jannah Zubir
Anya Dwinov: Anya Dwinovita Pahlawanti
Parto Patrio: Eddy Supono
Deddy Corbuzier: Deddy Cahyadi Sundjoyo
Uut Permatasari: Utami Suryaningsih
Ria Irawan: Chandra Ariati Dewi Irawan
Iis Dahlia: Iis Laeliyah
Chicha Koeswoyo: Mirza Riadiani
Agus Ringgo: Ringgo Agus Rahman
Senin, Maret 16, 2009
Jangan Jadikan aku Teater,,,,!!!
Tak kusangka bertemu
Dengan gadis paras ayu
Senyum manis bak mengkudu (ah masak,,,)
Tutur kata pun merayu ( gile oi)
Seminggu telah berlalu,,,, aku ingat waktu itu
Dia ucapkan sebuah janji,,, pasti datang kan kembali
Tapi walau aku tunggu,,, bosan benar jadi aku
Tak pernah datang yang kunanti,,, mungkin aku dibohongi
Oiiii,,, Semuanya berubah
dia datang bawa cinta
Aku pun langsung gegabah
Menganggap ini bahagia. (???????)
Seminggu kami bersama
Banyak suka dan cerita
kita selalu ceria
bagai ratu dengan raja
(bersambung)
Minggu, Maret 15, 2009
Berhentikah jadi Gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau.
Percakapan Sebelum dan Sesudah Menikah
Sebelum Menikah ............ .
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti
itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...
Sesudah 5 tahun nikah....tinggal baca dari bawah ke atas





